Breaking News

KEUTAMAAN BERDZIKIR


Berikut ini adalah pembahasan kitab Al-Adzkar karya Al-Imam An-Nawawi rohimahulloh. Dalam kitab ini, beliau menjelaskan salah satu bab yang menjelaskan tentang keutamaan dzikir pada setiap waktu, artinya kapan saja kita berdzikir dengannya dibolehkan, di malam atau di siang hari, dan yang lainnya. Hal ini juga menunjukkan, bahwa disana ada dzikir-dzikir lainnya yang terikat oleh waktu-waktu tertentu atau keadaan-keadaan tertentu, seperti dzikir-dzikir dalam sholat, dalam berhaji, ketika berhari raya dan lain-lainnya.
Dalam bab ini juga, akan dijelaskan oleh penulis (Imam An-Nawawi rohimahulloh) tentang fadhilah (keutamaan dzikir), yang diambil dari dalil-dalil yang berasal dari Al-Qur’an maupun sunnah (hadits) Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Diantara dalil yang menunjukkan keutamaan dzikir, sebagaimana dijelaskan oleh Alloh Ta’ala dalam firman-Nya (yang artinya) : “Dan sungguh, dzikir kepada Alloh adalah sesuatu yang sangat besar..” (QS Al-Ankabut : 45) Dalam hadits yang shohih, dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ada dua kata, yang ringan di lisan (yakni mudah diucapkan oleh lisan), tetapi berat (bobotnya) di timbangan (yakni timbangan amal), dan juga dicintai oleh Ar-Rohman, (yaitu) perkataan : “Subhanalloh wa bi Hamdihi, Subhanallohal ‘Adzim.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dalil lainnya, yang menunjukkan keutamaan Dzikir diantaranya adalah hadits Abu Dzar rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya : “Maukah aku beritahukan kepadamu suatu ucapan yang dicintai oleh Alloh ? Sesungguhnya ucapan yang paling dicintai oleh Alloh adalah : “Subhanalloh wa bi hamdih.” (HR Imam Muslim)
Dalam riwayat lainnya : “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya : “Ucapan manakah yang paling utama itu ?” Beliau menjawab : “Yaitu ucapan yang telah Alloh pilihkan untuk para malaikat-Nya dan para hamba-Nya, (yakni) : Subhanalloh wa bi Hamdih.”
Kemudian juga disebutkan keutamaan berdzikir dengan mengucapkan : “Subhanalloh, wal hamdu lillah, wa laa ilaaha illalloh, wallohu akbar.”
Dalil-dalil tersebut menunjukkan bolehnya dan bahkan dicintainya bagi setiap muslim untuk berdzikir dengannya, bahkan dzikir itu sendiri akan menjadikan hati kita hidup, tenang dan tentram, jauh dari duka cita dan gundah gulana. Dzikir kepada Alloh akan melahirkan ketenangan hidup, kelapangan dada, semangat dan cita-cita yang tinggi, dan sebagainya.
Dalil lainnya yang juga menunjukkan keutamaan dzikir, adalah hadits Abu Malik Al-Asy’ari rodhiyallohu ‘anhu yang mengabarkan bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kesucian itu adalah setengah keimanan, (bacaan) Alhamdulillah itu akan bisa memenuhi timbangan amal, kalimat Laa ilaaha illalloh dan Allohu Akbar itu keduanya akan bisa memenuhi ruangan antara langit dan bumi….” (HR Muslim)
Hadits tersebut menunjukkan :
(1) Anjuran untuk senantiasa menjaga kesucian dengan berthoharoh (bersuci, baik dengan berwudhu atau mandi dll), baik bersuci secara hissiyyah (secara hakekatnya) maupun secara maknawiyyah (mensucikan hati dan keyakinan kita dari segala kotoran syrik dan kekufuran), dan juga hadits ini menjelaskan kedudukan bersuci tersebut di dalam agama Islam, bahwa bersuci itu juga merupakan syarat keimanan.
(2) Bahwa keimanan itu terdiri atas beberapa bagian, sebagaiannya berupa perbuatan (mengamalkan sesuatu), sebagian lain berupa meninggalkan amalan (yang jelek), dan lain-lainnya.
(3) Fadhilah (keutamaan) ucapan Alhamdulillah, karena kalimat ini akan bisa memenuhi timbangan amalan seseorang di akhirat nanti.
(4) Penetapan adanya timbangan amal di akhirat nanti.
(5) Keutamaan menggabungkan bacaan kaliamat Tasbih (Subhanalloh) dan Tahmid (Alhamdulillah), dst.
Diantara keutamaan berdzikir, adalah seperti yang disebutkan dalam hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sungguh, aku mengucapkan “Subhanalloh, wal Hamdulillah, wa Laa ilaaha illalloh, wallohu akbar”, hal itu lebih aku sukai daripada terbitnya matahari.” (HR Imam Muslim)
Sebagaimana diketahui, terbitnya matahari di pagi hari adalah awal dimulainya kehidupan manusia dan juga seluruh makhluk Alloh ta’ala setiap harinya. Akan tetapi berdzikir kepada Alloh dengan mengucapkan kalimat-kalimat seperti tersebut di atas, lebih disukai oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, hal ini karena berdzikir kepada Alloh itu bisa menghidupkan hati seseorang dan memberikan ketenangan, sebagaimana dalam firman Alloh ta’ala : “Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Alloh, hati itu menjadi tenang…”
Disamping itu, di dalam dzikir tersebut terdapat kalimat-kalimat yang semuanya mengandung makna yang agung. Karena itulah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam sangat mencintai berdzikir kepada Alloh.
Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh dalam kitabnya Al-Wabilus Shoyyib, menjelaskan secara panjang lebar tentang keutamaan dan faedah yang bisa diraih dari dzikir kepada Alloh. Diantaranya adalah : Dzikir itu bisa menghilangkan kesedihan dan duka cita hati, bisa menimbulkan rasa senang dan bahagia di hati, bisa pula menguatkan hati dan badan, bisa pula menjadikan wajah dan hatinya bercahaya, juga bisa mewariskan kehidupan hati, dan sebagainya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh pun juga menjelaskan keutamaan dzikir, sebagaimana yang diceritakan oleh murid beliau, Al-Imam Ibnul Qoyyim, beliau berkata : “Saya mendengar Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah – semoga Alloh mensucikan ruhnya – beliau berkata : “Dzikir bagi hati itu, perumpamaannya seperti air bagi seekor ikan. Lalu bagaimana keadaan ikan apabila dipisahkan dari air ?”
Demikianlah beberapa pembahasan tentang keutamaan dzikir yang bisa kita dapatkan dalam penjelasan pada dars/pelajaran dari kitab Al-Adzkar karya Al-Imam An-Nawawi rohimahulloh, oleh Al-Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN. Silahkan mengikutinya dan mengambil faedahnya, barokallohu fiikum……

Media Dakwah Online Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.