Judul tulisan di atas mungkin membuat anda bertanya apakah ini dua buah nama yang disodorkan untuk dipilih dalam pemilihan presiden atau pemilihan gubernur, bupati atau pemilihan lurah? Tentunya bukan. Mungkin anda kenal yang namanya david beckham, Rooney, Ronaldo, Messi, Torres ?. Jika anda seorang gemar atau hanya pernah menonton pertandingan bola yang disiarkan di televisi-televisi yang ada sekarang ini, anda pastinya pernah melihat aksi-aksi mereka di lapangan hijau, bagaimana kehebatan mereka dalam bermain bola. Dari aksi-aksi mereka yang hebat tidak sedikit diantara kita yang begitu terpesona dengan kehebatan mereka dan menjadikan mereka sebagai idola bahkan ada yang sampai menjadikan mereka inspirasi. Ada yang memasang gambar-gambar mereka, ada yang memakai baju-baju yang bertuliskan nama-nama mereka dan lain sebagainya.
Tapi kalau anda ditanya, apakah anda mengenal yang namanya khalid?, mungkin ada yang bertanya siapa pula itu Khalid? Dari mana asalnya?. Tentu sangat disayangkan jika kita sebagai seorang muslim tidak mengenal yang namanya Khalid, tapi ternyata lebih mengenal yang namanya David yang bukan seorang saudara seiman kita. Padahal Khalid adalah seorang sahabat Rasulullah SAW. Panglima perang yang gagah berani, pahlawan islam yang diberi gelar Syaifullah (tentara Allah) karena keberaniannya di medan pertempuran melawan orang-orang kafir di zamannya yang menentang dan menjadi musuh Islam. Sungguh betapa hebatnya seorang Khalid bin walid yang mampu memimpin perang dan banyak menaklukkan daerah-daerah sehingga bisa memperluas wilayah Islam saat itu, tetapi dibalik keperkasaannya itu tetap tersimpan sikap yang rendah diri dan patuh terhadap pimpinan Islam sepeninggal Rasulullah SAW. Hal ini ditunjukkannya saat Khalifah Umar bin Khathab mencopot sementara waktu kepemimpinan Khalid bin Walid tanpa ada kesalahan apa pun. Menariknya, ia menuntaskan perang dengan begitu sempurna. Setelah sukses, kepemimpinan pun ia serahkan kepada penggantinya, Abu Ubaidah bin Jarrah. Khalid tidak mempunyai obsesi dengan ketokohannya. Dia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai sebuah perjuangan dan semata-mata mengharapkan ridha Sang Maha Pencipta. Itulah yang ia katakan menanggapi pergantiannya, "Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!" Jadi, di mana pun posisinya, selama masih bisa ikut berperang, stamina Khalid tetap prima. Itulah nilai ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasulullah seperti Khalid bin Walid. Tapi di era modern ini justru para pahlawan-pahlawan Islam seperti Khalid ini tersamarkan bahkan terlupakan dalam ingatan umat islam itu sendiri dan mereka lebih mengenal nama-nama dari orang-orang di luar Islam seperti David beckham contohnya. Ironis memang jika terjadi demikian, ketika orang-orang lebih mengenal yang namanya David ketimbang mengenal yang namanya Khalid. Bagaimana orang-orang sekarang lebih mengeluk-elukkan mereka padahal bukan dari golongan kita dan justru yang pantas menjadi idola umat Islam malah terlupakan begitu saja. Mereka lebih sering mengikuti cerita-cerita mereka, gaya hidup mereka dan tidak menutup kemungkinan akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan mereka, seberapa parah rusaknya hati kita jika sudah terjadi hal yang demikian. Dinukil dari hadits yang Shahih Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud yang dishahihkan oleh Ibnu Hibban). Meniru-niru tau mengikuti ini mengandung beberapa makna , yaitu menyerupai, mengikuti, menuruti atau bersesuaian dengan gaya hidup mereka. Didalam hal ini, islam memiliki ciri khas tersendiri yang berasal dari Allah SWT yang membedakan umatnya dari umat-umat lainnya, baik didalam aqidah, ibadah maupun akhlak. Karena itu, Rasulullah SAW melarang kita setiap umatnya untuk mengambil atau meniru-niru prilaku yang menjadi ciri khas orang-orang diluar islam, sebagaimana disebutkan didalam hadits diatas. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan didalam “ash Shiroth al Mustaqim” bahwa Imam Ahmad dan yang lainnya telah berargumentasi dengan hadits ini. Hadits ini paling tidak telah menunjukkan pengharaman tasyabbuh (meniru-niru) mereka sebagaiamana didalam firman-Nya : Artinya : “Dan barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin maka Sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (QS. Al Maidah : 51)
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim."
Jadi sekiranya disini bisa didapat suatu kesimpulan bahwa janganlah kita memilih-milih atau meniru-niru paerilaku kaum di luar Islam, tapi mari kita lebih mengenal para pahlawan-pahlawan Islam terdahulu dan merekalah yang layak untuk dijadikan inspirasi atau mencontohi perilaku-perilaku Islami mereka ketimbang meniru-niru perilaku kaum di luar Islam. Wallahu walam.

